
Mengapa Ayah Membisu?
Parenting | 2023-11-11 02:46:57AYAH BISU
Ungkapan Arab sering kita dengar wujuduhu ka’adamihi, keberadaannya sama dengan ketiadaannya yaitu sama saja dan tidak berpengaruhi. Tentu kita tidak ingin hal tersebut terjadi, terlebih di dalam keluarga kita masing-masing.
Fenomena di Indonesia, yang menempati urutan ke-3 dengan fatherless atau minimya peran ayah di keluarga menjadikan ungakapan Arab tersebut benar adanya, adanya seorang ayah di rumah maupun tidak adanya sama saja. Karena terlalu sibuk dan tanpa interaksi berkualitas antara ayah dan keluarga.
Bahkan yang lebih parah adalah dampak dari hal tersbut yang berulang-ulang tanpa ada solusi maka ungkapan Arab berikutnya yakni ‘adamuhu khoirun min wujudihi ketiadaannya lebih baik dari pada keberadaannya.
Sangatlah sedih, bagi kita yang berfikir jernih bahwa memiliki keluarga namun Ketika kita tidak ada bersama mereka di rumah justru menjadi lebih baik, bermakna bahwa cepat atau lambat akan terjadi keretakan di rumah tangga tersebut.
Kunci utama ada pada presiden ..
Loo kok presiden?.???
Ya presiden di keluarga adalah sosok AYAH
Ayah bukan hanya sekedar kepala sekolah di rumah, namun ia adalah presiden
Presiden dilarang BISU
Terlebih presiden Muslim harus bepegang teguh pada Al-Quran
Dimana Al-Qur’an menjelaskan
Terdapat 17 dialog antara orang tua dan anak dan tersebar dalam 9 surat yang berbeda
14 diantaranya dialog antara AYAH dan ANAK
2 diantaranya dialog antara ibu dan anak
Dan 1 dialog antara orangtua dan anak
Apa maknanya?
Bahwa AYAH harus sering lebih banyak berdialog dengan anak
Seharusnya AYAH sering berkomunikasi dengan anak
Jangan sampai menjadi AYAH yang BISU padahal memiliki kemampuan untuk berbicara, tidak ada kelainan padanya , melainkan kesibukannya yang menjadikannya BISU dan minim berbicara.
Dan saat bersuara, yang keluar hanyalah perintah dan saat marah saja
AYAH yang bisu jarang ngobrol dengan anaknya, jarang bercanda, jarang berkomunikasi, sehingga membuat anak akan kehilangan kepercayaan diri
Jangan heran bila anak anak kita lebih senang CURHAT di media sosial dan kepada orang lain dari pada dengan ayahnya
Idealnya AYAH adalah pahlawan bagi anak anaknya, namun kenyataannya, AYAH yang bisu peluang menjadi PAHLAWAN sangatlah tipis, ayah yang BISU cenderung jauh dari anaknya.
AYAH menjadi tempat curhat bagi anaknya, seperti halnya Nabi Yusuf kepada Ayahnya
إِذْ قَالَ يُوسُفُ لِأَبِيهِ يَٰٓأَبَتِ إِنِّى رَأَيْتُ أَحَدَ عَشَرَ كَوْكَبًا وَٱلشَّمْسَ وَٱلْقَمَرَ رَأَيْتُهُمْ لِى سَٰجِدِينَ
(Ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya: "Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku".(QS.Yusuf 4)
Dengan curhat dan saling komunikasi maka akan terbangun keluarga yang harmoni, anak akan tumbuh dengan baik serta kebutuhan dasarnya terpenuhi yaitu kasih sayang dari ayahnya
Semoga kita semuanya dimudahkan menjadi sosok ayah yang hebat pagi keluarganya masing masing, menjadi idola bagi anak-anaknya, menjadi panutan serta keberadaannya sangat dinanti nantikan oleh anaknya. Tercipta generasi hebat generasi 2045 dimulai dari peran AYAH yang hebat di keluarga masing-masing. Semoga
Selamat HARI AYAH
12 November 2023
Hasan Albana, M.Pd
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
Komentar
Gunakan Google Gunakan Facebook